Taujihat Manhajiah Part1

Taujihat Manhajiah [Rambu-Rambu dalam Perjuangan] oleh Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin Publisher: Minbar At Tauhid Wal Jihad Edisi Indonesia: Rambu-Rambu Dalam Perjuangan 1 Penerjemah: Muhammad ‘Atho’ Asy Syarqi | Al-Qaedoon Group


Kelompok Simpatisan dan Pendukung Mujahidin

Segala puji hanya milik Alloh Robbul ‘Alamin, dan sholawat serta salam semoga tercurah selalu kepada Nabi Muhammad, keluarga serta para sahabat beliau seluruhnya.

Amma ba’du…

Ketika kita berbicara mengenai kondisi yang dialami oleh umat Islam dewasa ini, berikut penjajahan, kedholiman dan permusuhan yang yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pasukan Amerika terhadap mereka, belum lagi terpuruknya naungan Islam di muka bumi, maka sudah seharusnya mencari kembali petunjuk Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam menegakkan agama ini, di saat Islam datang dalam keadaan masih terasing. [1]

Sesungguhnya orang yang mau mencermati hal itu, ia akan dapati bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sejak pertama kali sangat serius dalam menawarkan dakwahnya kepada para kabilah ketika beliau memulai dakwahnya terang-terangan.[2] Kalau kita mau melihat pada unsur terpenting yang beliau gunakan dalam berdakwah kepada para kabilah Arab tadi, kita akan temukan hal itu sangat jelas sekali, yaitu:

1. Bahwa beliau mengajak mereka kepada syahadat tauhid, bersaksi bahwa tiada ilaah (sesembahan yang haq) selain Alloh, dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.[3]

2. Point yang lain adalah bahwa beliau menyeru mereka agar siap untuk melindungi dan membela.[4]

Sebagaimana hal itu tampak jelas pada dakwah beliau kepada Bani ‘Amir bin Sho’sho’ah, ketika mereka mengatakan kepada beliau: “Kepada apa engkau mengajak kami wahai saudara Arab?” beliau menjawab, “Aku mengajak kalian agar bersaksi behwasanya tidak ada ilaah kecuali Alloh dan bahwa aku adalah utusan Alloh, dan agar kalian siap melindungi dan membelaku.” [5]

Di sini, tampak di hadapan kita sebuah pelajaran yang jelas, bahwa dakwah dan kalimat agung ini (kalimat syahadat) harus memiliki miliu (basis), pohon yang mulia ini harus ada tanah untuk tumbuh berkembang, dan itulah yang akan menolong dan memberikan tempat bagiku. Dari sinilah, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam terus mencari tanah (untuk miliu) ini. Di tengah-tengah pencarian itu, beliau berdakwah di Makkah dan tinggal di sana selama 13 tahun.

Semua ilmu yang kita miliki hanya sebagian kecil dari ilmu beliau ~ Alaihis-Shalatu was Salam ~ sedangkan beliau adalah orang Arab terfasih dan diberi Jawaami’ul Kalim (kemampuan untuk berbicara secara simpel tapi mengandung pengertian yang luas). Beliau adalah orang yang dikuatkan oleh wahyu dari atas langit yang tujuh, namun bersamaan dengan itu semua, tidak ada yang mau beriman kepada beliau selain beberapa puluh sekian dari kalangan sahabat yang mulia ~ semoga Alloh meridhai mereka ~. Download kitab disini

Comments

Popular posts from this blog

Dr. Abdullah Yusuf Azzam

Abdullah bin Mubarak